Macam - macam teknik pengobatan

ALIRAN PENGOBATAN

Banyak aliran pengobatan yang digunakan manusia saat ini, namun setidaknya ada lima aliran yang dikenal luas oleh umat manusia diantaranya:

1. Mistis/ Dukun/Paranormal
Pengobatan mistis merupakan pengobatan kuno yang sudah dilakukan sejak zaman purba hingga zaman sekarang. Pada beberapa masyarakat dengan peradaban sederhana biasanya ada seseorang yang dipercaya sebagai “dokter” karena memiliki kekuatan mistis yang dapat menyembuhkan penyakit yang diderita masyarakat.


Praktik pengobatan seperti ini ada yang dilakukan orang non- Islam ada pula yang dilakukan orang Islam. Meskipun dilakukan oleh orang Islam pengobatan mistik tetaplah merupakan praktek kemusyrikan. Masyarakat banyak yang terkelabui dengan pengobatan mistik yang dilakukan oleh muslim, karena mereka terlihat seperti orang shaleh dan disebut kyai lengkap dengan atribut kemuslimannya.

Pengobatan mistis biasanya menggunakan mantra-matra yang dicampur dengan dzkir atau potongan ayat al-qur’an, inilah yang biasanya menipu banyak masyarakat. Pengobatan mistis memiliki beberapa ciri-ciri diantaranya:
a. Mendiagnosa pasien cukup dengan memejamkan mata atau dengan gerakan-gerakan tertentu yang terlihat seperti memiliki kekuatan.
b. Memindahkan penyakit dari manusia ke hewan atau media lain
c. Memberi air minum yang telah dibacakan mantra-mantra tertentu
d. Menggunakan mantra-mantra yang bercampur dangan ayat-ayat al-qur’an
e. Terkadang memberikan azimat tertentu pada pasien.
Kita mesti waspada karena pengobatan yang mengandalkan kekuatan mistis, terkadang tidak masuk diakal, bahkan melanggar sunnatullah. Bisa jadi setelah kita berobat penyakit kita sembuh, tapi tetap kesembuhan itu tetap dari Allah swt. Maka caranya pun harus dengan pengobatan yang diridloi oleh Allah bukan pengobatan yang justru mendatangkan murka Allah. 
Rasulullah telah bersabda : “Barang siapa yang datang kepada dukun menanyakan suatu perkara lalu membenarkan ucapan dukun itu, kufurlah ia terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW, dan barang siapa datang dan tidak membenarkannya, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari. (HR. Thabrani)

2. Ayurveda
Pengobatan ini berasal dari India, dalam sejarah di India, ditemukan sebuah dokumen berusia 5000 tahun yang menerangkan praktek penggunaan air seni sebagai metode pengobatan. Dokumen tersebut memuat referensi tentang tumbuh-tumbuhan dan obat-obatan yang masih digunakan oleh Ayurvedic masa kini. Dokumen ini berisi 107 ayat (seloha) dinamakan Shivambu Kalpa Vidhi (metode meminum air seni supaya tetap awet muda), dan bagian dari sebuah dokumen yang disebut Damar Tantra.

Air seni dalam bahasa mereka diisitilahkan Shivambu yang secara harfiah berarti air Shiva, Dewa teringgi dalam kepercayaan India. Sekurang-kurangnya ada 35 buku berbahasa Inggris dan 2 buku berbahasa Indonesia yang dapat dijadikan nara sumber TAS tetapi tak satupun yang dapat meyakinkan kita tentang keilmiahannya apalagi keilahiahannya atau islaminya, sebab dari 37 buku yang diterbitkan tahun 1918 yang ditulis oleh Dr. Charles H. Duncan, jelas-jelas merupakan buku yang ditulis oleh orang-orang non muslim.

3. Yin & Yang
Pengobatan ini lahir dari negeri Cina. Ilmu pengobatan cina memang telah maju sejak 2500 tahun SM, sebelum berkuasa kaisar Yao. Disebut Yin & Yang karena pengobatan ini erat hubungannya dengan kepercayaan terhadap dua dewa yang menjadi unsur penting, yaitu Yin (dewa bumi) dan Yang (dewa langit). Keduanya mempengaruhi alam dan isinya, dalam diri manusia juga terdapat unsur Yang dan Yin itu, jika keduanya seimbang manusia menjadi sehat dan jika tidak seimbang, manusiapun menjadi sakit. 

Banyak terapi yang digunakan dalam pengobatan ini diantaranya Akupuntur, Akupresur, pijatan dengan tangan, togkat, biji-bijian, batu kasar, batu halus, dan batu giok, ada juga dengan jamu-jamuan, sihir, dengan magenet tubuh dan lain-lain.

Pengaruh ajaran budha cukup kuat dalam metode pengobatan ini hingga mempengaruhi pembemdaharaan pengobatan mereka yang sekarangpun banyak kita kenal yaitu senam-senam yang berpangkal pada Yoga, yaitu pengobatan dengan pengaturan nafas yang sebenarnya berasal dari ajaran Dahtayana; Pengobatan yang awalnya terbatas ditingkat biara-biara Budha maka wajar bila didalamnya mengandung unsure mistik. 

Pengobatannya dilakukan dengan cara rabaan renggang dan pemusatan tenaga lalu dihubungkan dengan kepercayaan-kepercayaan terhadap gangguan ruh-ruh dan makhluk halus, yang ia usir dengan pancaran “Sinar Putih” dan “Tangan Sakti”. Mereka menyebut kekuatan itu dengan “Chie”. 

4. Alophaty. 
Saat ini pengobatan alophaty menjadi kiblat pengobatan modern. Alophaty adalah aliran pengobatan yang berasal dari Barat yang menggunakan ramuan obat dengan campuran bahan kimia sistetis untuk mengobati penyakit.

Harus diakui bahwa pengobatan alophaty banyak memiliki kelebihan seperti penggunaan teknologi modern untuk mendeteksi penyakit (clinical diagnosis), melakukan pembedahan (operasi), pembuatan obat-obatan (farmakologi), penanganan mata (optalmologi), penghilang rasa atau bius (anestisologi). Selain itu pengobatan ini telah dilengkapi dengan berbagai temuan mutakhir dalam kasus-kasus tertentu. Seperti penanganan kecelakaan, cedera, pemindahan organ tubuh, cangkok dsb. 

Diantara kelebihan-kelebihannya, pengobatan alophaty ternyata memiliki kelemahan yang justru sangat membahayakan kesehatan manusia. Dr. Ivan Ilich dalam bukunya “Limits to Medicine” (1926) menyatakan bahwa setelah satu abad mengejar sebuah impian tentang pengobatan, kini ditemukan hikmah bahwa dunia pengobatan ternyata tidak banyak membuat perubahan yang berarti. Jadi secara sederhana obat-obatan kimia sintetis ialah obat yang bisa menyembuhkan satu penyakit dan menimbulkan penyakit lain yang lebih parah diesok hari, inilah efek samping dari pengobatan alophaty. 

Pengobatan alophaty memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Bersifat symptomiatic treatment, yaitu menghilangkan gejala sakit saja. Sederhananya dengan cara seperti ini urat sarap yang menuju tempat sakit ditekan agar tidak terasa sakit dengan menggunakan obat penahan rasa sakit. (analgetik). Kelebihan cara ini, pasien menjadi lebih cepat sembuh, namun kelemahannya tidak menyembuhkan, bahkan dapat menyebabkan kecanduan obat karena bila tidak makan obat tersebut rasa sakitnya akan datang kembali.
b. Bersifat sementara, kalau kita cermati iklan obat-obatan memakai istilah meredakan bukan menyembuhkan, ketika seorang pasien sakit lalu memakai obat-obatan kimia maka gejala sakitnya menjadi hilang karena sifat dari pengobatan alophaty adalah symptomiatic treatment.
c. Menimbulkan efek samping. semakin kita banyak mengkonsumsi obat kimia sistetis, berarti semakin banyak pula kita menimbun racun dalam usus kita. Itulah sebabnya lambang kedokteran Barat adalah ular yang melingkar pada gelas. Selain ular dikenal beracun/berbisa simbol tersebut juga berati “Semoga Dewa Jupiter / dewa ular segera memberi kesembuhan”. Penimbunan racun yang terus menerus akhirnya menimbulkan efek komplikasi pada diri kita, yaitu rusaknya atau tidak berpungsinya organ-organ tubuh kita secara sempurna seperti jantung, lever, ginjal dll. Bila kita melihat kontra indikasi obat analgesik seperti obat sakit kepala misalnya, disana tertulis “pamakaian jangka panjang dapat menyebabkan gangguan hati”
d. Bersifat keras, pengobatan alophaty menganggap manusia menjadi sakit karena serangan virus/bakteri patogen dari luar. Karenanya bila seseorang terkena penyakit tertentu dokter akan memberikan pasien obat anti biotik. Secara harfiah anti biotic bermakna anti=tidak,melawan biotic=hidup, jadi anti biotic ini ialah obat yang melawan kehidupan. Tubuh kita memiliki bakteri yang menguntungkan dan bakteri yang merugikan. Ketika kita sakit berarti bakteri merugikan lebih mendominasi dibanding bakteri menguntungkan. Pemberian obat anti biotic diniatkan untuk membunuh bakteri merugikan namun celakanya bakteri menguntungkan dalam tubuh kita juga ikut terbunuh. Maka wajar, jika kita sembuh dari satu penyakit disisi lain kita gampang sekali terserang penyakit lain karena imuniti tubuh kita telah menjadi lemah. Dalam kasus yang lain, pemberian antibiotik menyebabkan jantung berdebar ataupun lemas dibagian kaki terutama lutut bahkan ada yang terbakar kulitnya setelah mengkonsumsi anti biotik.. 

Didalam Convention Of Medical Heretic, Robert S. Mendelsohn berkata bahwa hampir 100 % antibiotik yang diberikan tidak perlu. Dia yakin bahwa antibiotik hanya diperlukan 3 – 4 kali dalam hidup. Sebuah buku baru Bad Treatmen, Bad Doctor yang ditulis oleh seorang radiologis Universiti Keio Jepang, menjelaskan bahwa ada kecenderungan penggunaan anti biotik untuk demam selsema biasa secara berlebihan. Hal ini mengakibatkan tubuh menjadi lemah tetapi virus dan bakteria menjadi semakin kuat

5. Thibbun Nabawi (Naturophaty Islam)
Ialah pengobatan cara Nabi. Bila dilihat dari metode pengobatannya Thibbun nabawi bisa digolongkan ke dalam aliran naturophaty yaitu pengobatan yang menggunakan bahan-bahan alami sebagai sumber pengobatan. 

Ciri khas dari pengobatan ini adalah bersifat alamiah dan ilahiah. Sesuai dengan konsep Islam yang bersifat fitrah, dari mulai aqidah, ibadah, muamalah demikian juga dalam pengobatannya. Seperti yang disebutkan oleh DR. Ja’far Khadem Yamani, Syari’ah Islam yang dibawa Nabi SAW terkandung nilai-nilai ath thib (kedokteran) yang murni dan tinggi. Karena prinsip dari syaria’ah Islam ialah membawa maslahat umat manusia pada masa sekarang dan yang akan datang. Bila kita perhatikan ternyata ulama-ulama pendahulu seperti As Suyuthi, Ibn Qayyim selain faqih mereka juga dikenal sebagai tabib yang professional. Bahkan Imam Bukhari, Imamul Muhadditsin dikenal sebagai ahli hadits yang pertama kali menyusun kitab Ath Thibun Nabiy, didalamnya terdapat lebih dari 80 hadits yang bekaitan dengan kedokteran. 

Metode pengobatan yang sering digunakan oleh Rosulullah adalah terapi dengan madu (herba) dan bekam (Al Hijamah). Hal ini termaktub dalam kitab Shohih Bukhari dalam Kitab Ath Thib : “Dari Ibn ‘Abbas ra. Dari Nabi SAW telah bersabda : Kesembuhan (Obat) itu ada pada tiga perkara yaitu minum madu, berbekam dan berkay dengan api, dan aku melarang umatku berkay dengan api itu”. (HR. Bukhari) 

Bila disepadankan dengan metode pengobatan modern, penggunaan madu merupakan dasar dari pengunaan herbal, berbekam merupakan dasar dari operasi (bedah minor) dan berkay (menyundut) dengan api merupakan dasar dari penggunaan sinar laser.

Penggunaan madu yang diartikan dengan penggunaan herbal dapat dibenarkan karena sekurang-kurangnya seekor lebah hinggap di 144 macam tumbuh-tumbuhan, bisa kita bayangkan berapa ribu sari herba yang kita minum dalam tiap sendok madu. 

Kelebihan herba diantaranya ialah probiotik (tidak anti biotik), meningkatkan imunitas tubuh, tidak menimbulkan efek samping, mengandung nutrisi, makanan, vitamin dan mineral organic, serta mengobati kesumber sakit, causa (penyebab) penyakit dan tidak hanya mengobati satu macam penyakit (holistik). Contohnya satu herba tempuyung/jombang (Jawa), atau lalakina, galigug, lempung, rayana, lampuyang (Sunda), Sonchus arvensis L (latin), memiliki khasiat yang luar biasa, diantaranya dapat mengobati: batu saluran kencing, batu empedu, radang usus buntu (apendisitis), jantung, radang payu dara (mastitis), disentri, wasir, beser mani (spermatorea), darah tinggi (hipertensi), pendengaran berkurang (tuli), rematik gout, memar, bisul dan luka bakar. 
Adapun terapi bekam berarti “membuang darah” . Dalam bahasa Arab bekam disebut Al Hijamah, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut “cupping”. Salah satu pemicu timbulnya penyakit adalah tertimbinya kotoran toksid (racun) dalam badan, hal ini yang menyebabkan statis darah (penyumbatan darah) sehingga sistem darah tidak berjalan dengan lancar. Keadaan ini sedikit demi sedikit akan mengganggu kesehatan baik itu fisik ataupun mental seseorang. Kita akan merasa malas, murung, selalu merasa kurang sehat (tidak fit), cepat bosan dan cepat naik pitam/darah (marah).

Statis darah harus dikeluarkan melalui berbagai macam cara, sayangnya obat-obatan alopati tidak mampu bertindak demikian. Namun dengan terapi bekam hal itu sangat memungkinkan untuk mengeluarkan toksid-toksid itu dengan cepat agar badan kita tidak lemah dan diserang penyakit.

Darah yang diambil dengan Al Hijamah ialah darah yang berada dibawah lapisan jaringan kulit, kapiler, bukan pembuluh pena apalagi arteri. Karena kulit merupakan jaringan terbesar yang ada pada diri manusia yang disanalah beradanya sisa-sia toksid dalam darah.

Bila pengobatan dengan herba bersifat holistik, pengobatan dengan bekam juga bersifat holistik karena sifat dari terapi bekam mampu mengeluarkan darah beku, kotor (berpenyakit), kolesterol, bersifat refunction (memfungsikan kembali organ tubuh) bahkan analgesik (penghilang rasa sakit). Selain itu satu titik bekam juga mampu menyembuhkan banyak penyakit seperti yang diterangkan dalam hadits nabi menurut riwayat Abu Na’im: “Diwajibkan atas kamu berbekam pada tengkuk. Sesungguhnya hal itu dapat mengobati 72 macam penyakit.”

Sumber: dr. Abu Hana “Thibbun Nabawwi (Pengobatan Cara Nabi)“ http://kaahil.wordpress.com. Dengan perubahan seperlunya

Komentar